Tuesday, March 19, 2013

Informasi pembayaran Pajak Bumi Bangunan Depok tahun 2013: Siapkan Biaya administrasi jika melalui Teller




Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPT) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Tahun 2013 sudah dapat diambil di rumah Sekretaris RT 007 RW 10, Bp. Yasin, pada pagi hari (sebelum pukul 07.30 WIB), malam hari (di atas pukul 20.00 WIB), Sabtu dan Minggu, atau dengan perjanjian sebelumnya. Pengambilan boleh diwakilkan kepada anggota keluarga.

Pembayaran PBB dapat dilakukan di kantor PBB Kecamatan Sukmajaya (Jalan Merdeka), ATM BRI, ATM BJB, Teller KCP BJB, dan Teller KCP BRI.
 


Pengalaman membayar PBB di ATM BRI KCP UI Depok adalah: pada 19 Maret 2013 ATM belum bisa digunakan sebagai media pembayaran karena belum tersedianya menu pembayaran PBB, Kata si Mba Teller:  “Kalau di Nusantara sih sudah ada.” Saya hanya berpikir “Kok, gak standar ya?
 
Nah, akhirnya saya putuskan membayar via teller. Jika melalui teller BRI, maka Bapak/Ibu harus menyediakan biaya administrasi sebesar Rp 5.000,- yang kalau kita lihat pada bukti pembayaran tidak muncul nominal Rp. 5.000,- tersebut tetapi langsung pada total tagihannya. Saya mencoba menanyakan kok ada perbedaan antara besaran PBB yang harus dibayar (yang tertera di SPT PBB) dengan total tagihan, si Mbak Tellernya bilang, “Oh, mungkin ada dendanya, Bu. Mungkin ibu terlambat bayar.” Saya bilang: “Bagaimana ada denda, kan ini PBB 2013 dan terakhir pembayarannya Agustus 2013.” Coba deh lihat di bukti surat tanda terima setoran, apakah ada denda?
 
Akhirnya Mba Teller yang satunya bilang “Ada biaya administrasinya, Bu.” Wah, bagaimana sih. Kok gak professional ya? Bagi saya, seharusnya teller bank menjelaskana adanya biaya administrasi, jadi si pembayar sudah siap-siap. Kalau seperti ini, kan saya lebih baik bayar lewat Kantor PBB di Kecamatan saja, atau memilih membayar via ATM BRI di Jalan Nusantara (mudah-mudahan si Mbak Teller gak salah menyebut ya…)

Selamat menjalankan kewajiban sebagai Warga Negara. Jangan lupa, bukti pembayarannya di simpan sebagai salah satu syarat mengurus surat-surat administrasi kependudukan di Kantor Kelurahan.

Monday, February 25, 2013

Laporan TPS 36 Pilgub Jabar


photo by LM Jannah
Pilgub Jawa Barat 24 Februari 2013 kemarin menyisakan sedikit cerita. Mulai dari uang konsumsi panitia pemilihan yang tidak memadai sehingga akhirnya honor yang tidak seberapa "terpaksa" dipotong untuk konsumsi, hingga partisipasi masyarakat yang jauh dari harapan. 

Bagi masyarakat Studio Alam Indah yang pada Pilgub kemarin tidak sempat datang di TPS 36 untuk menggunakan hak pilihnya atau untuk menyaksikan hasil perhitungannya, berikut ini adalah laporan singkatnya.

photo by LM Jannah
TPS (Tempat Pemungutan Suara) 36 yang terletak di Studio Alam Indah melingkupi dua RT yaitu RT 002 dan RT 007, RW 10, Kecamatan Sukmajaya. Sebanyak 469 warga tercatat dalam daftar pemilih tetap yang dikeluarkan oleh KPUD Jawa Barat. Ketua Panitia Pemungutan Suara adalah Pak Sopran Sofyan (Ketua RT 007),  dengan anggota Pak Erfin (Ketua RT 002), Ibu Laili Isro, Pak M. Syafei, Pak Said Budiarto, dan Pak Marsono, dan Pak Taufik Rahardjo.


Tempat pemilihan yang berlokasi di tanah fasum/fasos Studio Alam Indah di lengkapi dengan tenda yang cukup memadai dan kursi. Suasana pemilihan berlangsung sepi-sepi saja. Antuasiame warga juga biasa saja. Terbukti hanya  57,14% warga (268 warga) yang menggunakan hak suaranya (121 laki-laki dan 147 perempuan). 

hasil akhir perhitungan suara, photo by LM Jannah
Hasil perhitungan suara yang baru berakhir pukul 14.42 WIB ini sebagai berikut:

2 suara masing-masing untuk pasangan nomor urut 1 (Dikdik M. Arief Mansur – Cecep Nana Suryana Toyib) dan pasangan nomor urut 2 (Irianto Mahfudz Sidik Syafiuddin (Yance) – Tatang Farhanul Hakim), pasangan nomor urut 3 (Dede Yusuf Macan Effendi – Lex Laksamana Zainul Lan) memperoleh 48 suara, Ahmad Heryawan – Deddy Mizwar mendapatkan 65 suara, dan pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki  unggul dengan 266 suara. Sebanyak 2 suara dinyatakan tidak sah karena mencoblos lebih dari satu pasangan. 

(photo by  LM Jannah: ki-ka: Laili Isro, Sopran Sofyan, Taufik R, Marsono)
Dibalik itu semua, seluruh warga mengucapkan terimakasih atas pekerjaan luar biasa dari panitia pemungutan suara yang bekerja bukan saja pada hari H, tetapi sejak hari-hari sebelumnya. Mulai dari menuliskan undangan untuk para  pemilih, memasang tenda dan mempersiapkan semua fasilitasnya. Termasuk dengan suka rela (walau mungkin dengan sedikit paksaan) untuk menyerahkan sebagian honornya guna pembelian konsumsi. Terus terang, panitia mengeluh terkait besaran dana konsumsi yang diberikan oleh KPUD Jawa Barat yang hanya sebesar Rp. 17.000,- per kepala paniti, padahal mereka harus bekerja dari pagi hingga sore hari.
para saksi, photo by LM Jannah

Tentu saja itu tidak terlepas dari peran serta seluruh warga RT 007 dan RT 002, termasuk para satpam yang membantu keamanan kelancaran pelaksanaan Pemilhan Gubernur, serta para saksi dari pasangan calon gubernur (saksi dari pasangan calon gubernur 1 tidak hadir).

Kita tunggu saja hasil resmi pengumuman dari KPUD Jawa Barat. Mudah-mudahan, siapapun gubernur terpilihnya nanti (periode 2013-2018), sebagai warga negara yang baik, kita harus mendukung program-programnya, asalkan program kerja tersebut membawa kebaikan bagi kita semua.  

Lina Miftahul Jannah (Blok C1/11)